SATGAS 115 JEMBATAN PEMERINTAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MEMERANGI DAN MENCEGAH PELAKU DESTRUCTIVE FISHING

Dok. Satgas 115

Dengan luasnya wilayah laut Indonesia, memang terdapat keterbatasan pemerintah untuk mengawasi kegiatan Destructive Fishing. oleh karena itu satgas 115 akan menjembatani mengajak masyarakat untuk peran sertanya bersama-sama untuk memerangi dan mencegah pelaku destructive fishing yaitu dapat dilakukan dengan mengamati atau memantau kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungan yang ada didaerahnya yaitu wilayah sulawesi tenggara. Hal ini disampaikan oleh Direktur Yustisa Satgas 115 Deden Riki Hayatul Firman, S.H., M.H., yang dibacakan oleh Koordinator Jaksa Peneliti Satgas 115 Warsa Susanta, S.H., M.H, pada saat acara Pembukaan Penyuluhan Hukum Terpadu Terkait Destructive Fishing Satgas 115, di Aula Mako Lanal Kendari Jl. R.E. Martadinata, No.01, Kelurahan Kasilampe, Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Jum’at (25/05/2016).

Lebih lanjut Direktur Yustisa Satgas 115 Deden Riki Hayatul Firman, S.H., M.H., menyampaikan Satgas 115 merupakan penyelenggara penegakan hukum satu atap atas tindak pidana perikanan yang terdiri atas unsur TNI Angkatan Laut, Polri, Bakamla, Kejaksaan RI serta Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berfungsi memudahkan koordinasi dan sinergi untuk memberantas Illegal Fishing. Sejak terbentuknya, Satgas 115 sangat serius dan berkomitmen keras untuk melakukan penegakan hukum atas upaya pencurian ikan termasuk juga dengan cara destructive fishing. bahkan dengan mengeksekusi atau menenggelamkan kapal-kapal pelaku illegal fishing sebagai bentuk pelaksanaan undang-undang.

Acara penyuluhan hukum pada masyarakat nelayan seluruh Indonesia khususnya di wilayah hukum Sulawesi Tenggara sangat penting karena “Destructive Fishing” adalah kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan nelayan seperti menggunakan bahan peledak, bahan peracun dan menggunakan alat tangkap trawl bertentangan dengan kode etik penangkapan ikan. kegiatan penangkapan ikan ini umumnya bersifat merugikan bagi sumber daya perairan yang ada. Dampak yang ditimbulkan dari Destructive Fishing Direktur Yustisa Satgas 115 antara lain adalah memusnahkan atau merusak, mematikan ikan ataupun habitat ikan, kemudian merusak terumbu karang dan habitat lain juga mengancam jiwa atau merusak badan manusia itu sendiri. Dampak lainnya yaitu para nelayan akan sulit mencari ikan (mengurangi mata pencaharian nelayan lain), mengganggu usaha nelayan lain dan merusak rumput laut serta lebih banyak ikan terbuang dari pada hasil yang diperoleh.

Penyuluhan hukum terpadu diikuti sekitar 250 nelayan binaan, Staf Potensi Maritim (Potmar) yang berasal dari Kelurahan Mata, Puri Ranu, Sorue, Bajo Indah serta nelayan dari Kelurahan Bokori, Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan tersebut disampaikan beberapa materi diskusi oleh para narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendari H. Askabul Kijo, dari Kepolisian disampaikan oleh Kasubdt Gakum Ditpol Air Polda Sutra Akbp Agus Budi, Kejaksan Tinggi Sulawesi Tenggara Haryadi Nugraha, serta narasumber lainnya termasuk dari Angkatan Laut (Lanal) kendari.
Materi Penyuluhan “Mencegah Dan Menanggulangi Penangkapan Ikan Secara Destructive Fishing Sesuai Dengan Kewenangan Tugas Pokok Dan Fungsi Masing-Masing”. Hadir dalam acara tersebut Dirops Satgas 115 Laksamana Pertama TNI Wahyudi H. Dwiyono, Koordinator Jaksa Peneliti Satgas 115 Warsa Susanta, S.H., M.H., Koordinator Jaksa Upaya Hukum dan Eksekusi Sukamto, S.H., M.H., Staf Khusus Satgas 115 Irjen Pol (Purn) Kamil Razak, S.H., M.H., Komandan Lanal Kendari sekaligus Wadan Satgas 115 Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna, Dirops Satgas 115 Kol Laut Firman Nugraha, Direktur Polairud Polda Sultra Kombes Pol Andi Anugerah Kadis Kelautan dan Perikanan Tangkap Propinsi Kendari Kabul Kijo, M.Si., Kasi Ops Kamla Bakamla RI Mayor Laut (P) Puadi Hasani, S.T., Paspotmar Lanal Kendari Mayor Laut (PM) Asmad, S.T.P, serta para Perwira Lanal dan pejabat daerah terkait dilingkungan Propvinsi Sulawesi Tenggara.

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.