SATGAS 115 BERSAMA BAKAMLA RI TERUS MEMBURU PARA PELAKU PENGEBOMAN IKAN DI PERAIRAN KENDARI

Barang bukti yang didapat dalam Operasi Destructive Fishing di Perairan Kendari

Meski masa operasi Satgas 115 Anti Destructive Fishing tahun 2018 di wilayah Kendari telah berakir Jum’at 25 Mei 2018, namun Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari berkomitmen kuat terus memburu pelaku Destructive Fishing (menangkap ikan dengan bom dan racun) yang beroperasi di wilayah perairan Sulawesi Tenggara. Hal tersebut disampaikan Komandan Lanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna saat jumpa pers dengan wartawan di Mako Lanal Kendari Jl. R.E. Martadinata, No.01, Kelurahan Kasilampe, Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Jum’at (25/05/2016).

Peran serta Lanal Kendari dalam memerangi aksi Satgas 115 Anti Destructive Fishing membuahkan hasil signifikan dengan ditangkapnya beberapa pelaku dan mengamankan barang bukti racun dan bahan peledak yang digunakan masyrakat nelayan untuk menangkap ikan. Menyikapi maraknya penggunaan peledak dan racun diwilayah itu Danlanal Kendari akan terus berupaya memburu pelaku Destructive Fishing bersama-sama dengan Bakamla RI, KKP, Polri dan Kejaksaan hingga kegiatan penangkapan ilegal diwilayah Kendari dapat diminimalisir.

Pada kesempatan tersebut Komandan Lanal Kendari menyampaikan kronologi penangkapan bermula pada tanggal 17 Maret 2018 telah dilaksanakan pengerebekan oleh Polair Polda Sultra di Pulau Saponda namun tidak semua rumah diperiksa oleh Polair. Hanya beberapa rumah saja dan dalam pengerebakan tersebut didapatkan beberapa karung berisi pupuk cap matahari.

Selanjutnya hari Rabu tanggal 09 Mei 2018 bertempat di Pulau Saponda Tim Intai Sektor 1 melaksanakan penggeledahan di rumah salah satu guru yang menurut informasi masih terdapat beberapa karung pupuk matahari namun di dalam rumah tersebut sudah kosong tidak ada satupun karung pupuk matahari dan diduga ikut dipindahkan ke Pulau lain. Kemudian Pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2018, Tim Intai Sektor 1 melaksanakan elisitasi dan wawancara terhadap seseorang atas nama La Ode Zulkifli, dalam wawancara tersebut didapatkan infomasi bahwa bom ikan banyak terdapat di wilayah perairan Pulau Katembe dan Pulau Lakudo. Informasi tersebut langsung diteruskan dan dikoordinasikan dengan Tim Sektor 3 guna pengembangan lebih lanjut.

Kemudian hari Minggu tanggal 20 Mei 2018 pukul 15.30 WITA, Tim Intai Sektor 2 mendapat informasi dari seorang nelayan a.n Darling, bahwa pada pagi hari sekitar pukul 9 terdapat 5 buah perahu bodi batang dengan personil sekitar 7 orang sedang melakukan penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Desa Torokeku. Nelayan tersebut berasal dari Desa Torokeku yang salah satunya bernama Tahang. Bom ikan biasanya dipesan dari Pulau Tasipi dengan harga Rp. 50.000 per botol Kratingdaeng. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat giat pengeboman banyak dilaksanakan pada pagi hari.

Tim Intai Sektor 3 terus bergerak hingga pada hari Kamis tanggal 03 Mei 2018 pukul 12.25 WITA, menemukan sebuah pondok yang di dalamnya terdapat satu karung beras berisi Lima botol bom ikan siap pakai, selanjutnya Tim Intai memantau dari kejauhan guna memastikan pemilik barang tersebut dan Pukul 16.05 WITA, terlihat seorang laki-laki membawa karung tersebut dengan sebuah perahu, kemudian dilaksanakan penangkapan oleh Tim Intai Sektor 3 terhadap terduga pelaku bom ikan a.n. La Nde’e Yii dengan barang bukti satu karung beras berisi lima botol bom ikan siap pakai.

Tidak berhenti sampai disitu Tim Intai Sektor 3 Baubau melaksanakan penyisiran di Pulau Panjang Kec. Kapontori, Kab. Buton, dalam penyisiran tersebut Tim III bersama terduga pelaku bom ikan atas nama La Ono sebagai penunjuk tempat-tempat penyimpanan, menyembunyikan dan tempat perakitan bom ikan, dalam penyisiran Pada hari Rabu tanggal 09 Mei 2018 Pukul 06.15 WITA didapatkan barang bukti yakni satu buah jerigen yang berisi pupuk merk Matahari dengan berat ± 25 kg, karung dan plastik dan empat kantong plastik berisikan 1 kg pupuk.

Danlanal Kendari Kolonel Laut (P) I Putu Darjatna selaku Wadan Satgas 115 terus membakar semangat prajuritnya untuk terus memburu para pelaku pengeboman ikan hingga pada hari Jumat tanggal 11 Mei 2018 Tim Intai Sektor 3 Baubau mendapatkan infomasi dari seseorang atas nama La Ode Zulkifli bahwa bom ikan banyak terdapat di wilayah Perairan Pulau Katembe dan Pulau Lakudo.

Kemudian Pukul 22.20 Wita. Tim Penindak Sektor 3 menangkap terduga pelaku bom ikan atas nama La Ili dan La Damak berikut dengan barang bukti berupa satu unit perahu tanpa nama dan tanpa mesin, satu perahu tanpa nama dengan mesin sebagai penunda perahu La Ili, kemudian 12 Botol handak siap ledak, serok ikan, obat nyamuk dan lampu kode. Dua pelaku saat ini masih menjalani proses penyidikan dan pemeriksaan di Mako Lanal Kendari. Jika kedua pelaku terbukti melakukan pelanggaran kasusnya akan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.