New York Times Sebut Menteri Susi ‘Agak Gila’ Berantas Illegal Fishing

Media terkemuka Amerika Serikat, The New York Times mengangkat sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dalam rubrik ‘Saturday Profile’ mereka. Untuk edisi online yang ditayangkan Jumat (8/6), www.nytimes.com mengangkat judul “A ‘Little Bit of a Nut Case’ Who’s Taking on China”.
Mengutip ‘McGraw-Hill Dictionary of American Idioms and Phrasal Verbs’, ‘Nut Case’ dimaknai sebagai orang gila atau sosok yang irasional.
Tulisan ini diangkat dari wawancara dengan Susi, di kampung halamannya di Pangandaran, sebuah kabupaten di pesisir selatan Jawa Barat. Salah satu sesi wawancara dilakukan, saat Susi makan siang dengan menu ikan. Digambarkan The New York Times, Susi melahap menu makan siangnya dengan tangan tanpa sendok.
“Ini yang bisa saya lakukan jika orang China mencoba mempermainkan saya,” kata Susi dalam wawancara itu, sambil tangan satunya memeragakan seperti tumit sedang menindas sesuatu di tanah. “Saya bisa tersenyum dengan sangat baik dan kemudian saya bisa menggunakan high heel saya.”
“Sangat tajam,” tambah Susi sambil menyuapkan potongan ikan ke mulutnya. Hal ini dinyatakan Susi terkait kebijakannya memberantas Illegal, Unreported, Unregulated Fishing (IUUF). “Keluarga saya menganggap saya ‘agak gila’,” kata Susi seperti dikutip The New York Times.
Menurut The New York Times, Susi bukanlah wanita Indonesia yang konvensional. Demikian juga gaya kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebagai bagian dari anggota Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.
Media itu menyebut, Susi bukanlah tipe yang bisa bekerja lemah lembut dalam mengurusi kasus-kasus illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.
Meski mengangkat ‘China’ ke dalam judul artikelnya, The New York Times mengakui tak semua pelaku IUUF berasal dari China. Kapal-kapal dari negara Asia Tenggara lainnya yang beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia, disebutkan The New York Times mengutip data PBB, telah menyebabkan Indonesia merugi hingga USD 1 miliar per tahun.
Tak berlebihan jika The New York Times mengangkat sosok Susi. Dalam forum peringatan Hari Internasional Perlawanan IUUF yang berlangsung di Markas Pusat FAO, di Roma, Italia, Selasa (4/6) lalu, langkah-langkah tegas Susi itu menuai banyak pujian.
Dirjen FAO (Food and Agriculture Organization) Jose Graciano da Silva dan Komisioner Uni Eropa untuk Lingkungan, Kelautan, dan Perikanan Karmenu Vella, juga secara khusus menyampaikan apresiasi bagi Susi.
“Sejak saya menjabat, telah menenggelamkan 363 kapal penangkap ikan IUUF untuk menciptakan efek jera. Pendekatan ini efektif untuk mengirim pesan yang kuat bahwa Indonesia serius dalam hal memerangi IUU Fishing,” tandas Susi di hadapan 250 orang dari berbagai latar belakang dan negara yang hadir di acara itu.

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.