Perangi Illegal Fishing, Stok Ikan Indonesia Mengalami Peningkatan

KKPNews, Jakarta – Indonesia mengalami kerugian akibat penangkapan ikan (illegal fishing) hingga mencapai Rp. 2000 trilliun. Hal itu di ungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di kediamannya, Jalan Widya Chandra V No. 26, Gatot Subroto, Senin (26/5).

“World Bank dan semua juga menghitung kerugian negara besar sekali dan itu memang kerugian besar. Itu dulu waktu illegal fishing masih ada, sekarang keuntungan kita lebih dari itu,” ujar  Menteri Susi.

Menteri Susi juga menegaskan bahwa stok dari produksi ikan yang dimiliki RI terus meningkat, sehingga menyebabkan kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang sudah balik, kan stok ikan sudah naik banyak. Surplus kita dari perdagangan kuartal pertama saja perikanan US$1 miliar [Rp 14,1 triliun],” tuturnya. “Ya pasti masih ada kebocoran, tapi tidak banyak segitu lagi. Pasti ada,” pungkasnya.

Dalam kesempatan lain, Menteri Susi juga mengungkapkan, bahwa kebijakannya memberantas illegal fishing telah diakui dunia, karena mampu mengembalikan stok ikan. “Bukan hanya beberapa tokoh di Indonesia, tapi Bank Dunia pun memaparkan hal yang sama dan itu memang kerugian besar,” lanjutnya. (Irna Prihandini / MD)

About the author: admin