KKP Buka Gerai Perizinan Kapal Untuk Efisiensi dan Pemberantasan Mafia Manipulasi Ukuran Kapal

Jakarta – Kementrian Kelautan dan Perikanan mengambil langkah baru dengan membuka gerai perizinan kapal di Pelabuhan Pantai Perikanan Tegalsari Kota Tegal, Jawa Tengah. Pembukaan gerai tersebut akan membantu nelayan dan masyarakat dalam pengurusan SIUP dan SIPI sehingga tidak perlu datang jauh jauh ke Jakarta.

Masyarakat dan para nelayan merasa senang dengan dibukanya gerai perizinan kapal karena tergolong cepat dan tidak dipungut biaya.

Menurut Direktur Perizinan dan Kenelayanan, Direktorat Jendral Perikanan Tangkap, KKP Saifuddin, dibukanya gerai perizinan  untuk membantu masyarakat dalam pembuatan perizinan kapal lebih cepat dan mudah. Saifuddin juga menambahkan bahwa, potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 5 miliar rupiah.

Gerai perizinan kapal juga untuk memberantas modus pemilik kapal yang menurunkan ukuran kapal (downgrade) atau menurunkan berat kapal tidak sesuai dengan aslinya untuk menghindari pajak tinggi.

Komitmen KKP dalam penertiban bagi pemilik kapal yang melakukan markdown (penurunan ukuran) kapal ikannya akan ditindak tegas disampaikan oleh Saefuddin, “Saya tegaskan jangan ada lagi pemilik kapal yang main main dalam ukuran kapal karena akan ditindak tegas, KKP juga telah memfasilitasi dalam pengurusan izinnya melalui gerai perizinan,” tegasnya.

“Pelaksanaan gerai ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 11 Tahun 2016 sebagai Implementasi Tindak Lanjut dari Gerakan Nasional Penyelamatan Sumberdaya Alam oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK),” tambah Saefuddin.

Gerai perizinan kapal hasil pengukuran ulang merupakan salah satu bentuk transparansi kepada publik (mayarakat) bahwa pelayanan perizinan di Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat terbuka bagi masyarakat bahkan pemilik kapal/nelayan yang mengajukan permohonan izin kapal dapat turut serta bersama mengawasi proses penerbitan izin dilokasi gerai maupun melalui portal website perizinan (www.perizinan.kkp.go.id).

Dengan demikian, kepatuhan pemilik kapal sangat diharapkan keterbukaan dan kejuruan dalam izin usaha perikanan ini, perbedaan ukuran kapal sebelumnya di bawah 30 GT menjadi di atas 30 GT.

Sumber : Liputan 6

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.