Kapal KKP Tangkap Kapal Vietnam dan Filipina

Jakarta – Kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyergap kapal ikan asing dari Filipina dan Vietnam. Mereka memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin.

Penyergapan ini berlangsung di 2 tempat. Kapal asing dari Filipina disergap di perairan Sulawesi Utara pada 17 Mei 2017, sedangkan kapal asal Vietnam disergap saat memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada 21 Mei 2017.

Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto menjelaskan penyergapan kapal dari Filipina dilakukan karena seharusnya kapal tersebut menjalani deregistrasi.

Proses deregistrasi adalah mendaftarkan kembali kapal ke otoritas terkait di dalam negeri. Selanjutnya kapal asing tidak akan ditenggelamkan, melainkan diminta kembali ke negara masing-masing. Kapal tidak diperkenankan beraktivitas di dalam negeri.

“Karena prosedur tersebut belum terpenuhi, mereka sudah keburu berlayar, maka bisa kita amankan 5 unit kapal. Setelah melengkapi dokumen dan deregistrasi, baru boleh diizinkan meninggalkan Indonesia dengan penerbitan surat sekali jalan,” ujar Rifky dalam jumpa pers di gedung Mina Bahari, kantor KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Rabu (23/5/2017).

Sedangkan penyergapan terhadap kapal Vietnam dilakukan tidak bersamaan karena ada 5 kapal yang terdeteksi radar melintas di perairan Natuna. Rifky menyebut, saat kapal kelima disergap, muncul kapal coast guard dari Vietnam.

“Berdampak pada tenggelamnya kapal asing itu,” tuturnya.

Namun masih diselidiki penyebab tenggelamnya satu kapal Vietnam tersebut. Saat tenggelam, perwira bernama Gunawan, yang tengah berada di atas kapal, melompat untuk menyelamatkan diri. Gunawan kemudian langsung diselamatkan tim coast guard Vietnam.

“Karena posisi kapal tenggelam, maka orang-orang yang on board loncat ke laut. Kapal yang terdekat adalah kapal coast guard. Jadi Saudara Gunawan diselamatkan oleh kapal coast guard Vietnam. Saudara Gunawan dalam kondisi baik,” ucap Rifky.

Saat satu kapal tenggelam, kapal patroli KKP menjauh dari lokasi. Setelah itu, lokasi penyergapan kembali didatangi patroli TNI Angkatan Laut (AL).

“Kemudian, saat pihak TNI AL mendekat ke sana, sudah tidak dijumpai kapal,” kata Rifky.

Namun petugas patroli mengamankan 11 nelayan yang berada di 4 kapal Vietnam yang lebih dulu disergap di Natuna. “Yang juga akan kita kembalikan ke negaranya. Yang terkait dengan case hukum, masing-masing kapal hanya dua orang, nakhoda dan KKM (kepala kamar mesin),” ujar Rifky.

About the author: admin

Has one comment to “Kapal KKP Tangkap Kapal Vietnam dan Filipina”

You can leave a reply or Trackback this post.

Leave a Reply

Your email address will not be published.