Awasi Kelautan dan Perikanan, KKP Gandeng JICA Kembangkan Teknologi Satelit

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama perwakilan Japan International Cooperation Agnecy (JICA) usai menjadi pembicara dalam Space Utilization Seminar, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (2/8).

KKPNews, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA)  dalam pengembangan teknologi satelit untuk pengawasan kelautan dan perikanan. Penggunaan teknologi satelit tersebut akan digunakan untuk mendeteksi area penangkapan ikan, mengawasi aktivitas Illegal Unreported Unregulated(IUUFishing, pengoptimalan lahan perairan untuk budidaya, hingga pemantauan area pesisir. Hal ini disampaikan Menteri Susi dalam Space Utilization Seminar yang diselenggarakan KKP bekerja sama dengan JICA, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (2/8).

Menurut Menteri Susi rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Jepang pada 21 Desember 2016 lalu. Kerja sama tersebut terkait eksplorasi kelayakan proyek kerja sama menggunakan teknologi ruang laut, yang mencakup sumber daya manusia dan pendampingan teknis dari Jepang.

Perjanjian kerja sama itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembahasan pemanfaatan data satelit di sela-sela Apec Workshop di Tokyo akhir Juni lalu, dengan mitra kerja sama Yamaguchi University dan Tokyo University.

“Ini sangat penting bagi kita untuk terus melanjutkan kerja sama mengoptimalkan penggunaan teknologi satelit. Satelit ini nantinya bisa menangkap hal-hal yang kita butuhkan sehingga akan sangat baik bisa kita gunakan memantau kondisi perairan Indonesia untuk kebutuhan di berbagai bidang,” ungkap Menteri Susi.

“Pemanfaatan data satelit untuk memprediksi potensi pengambilan ikan, data satelit VMS untuk menggabungkan data pemindahan, biaya kirim, akuakultur, pengelolaan mikro satelit dan pemanfaatan data, dan pengembangan sumber daya manusia. Ini sangat penting dilajutkan, diulas, dan dieksplor pemanfaatannya dengan teknologi satelit. Di masa mendatang, teknologi satelit dapat menangkap gambar. Teknologi ini akan sangat penting untuk kita. Masih banyak lagi aplikasi yang dapat kita manfaatkan dari kota dan lautan,” tambahnya.

Untuk aplikasinya di Indonesia, pemerintah akan mendorong optimasi untuk mendeteksi IUU Fishing, pengembangan budidaya, kajian-kajian stok sumber daya perikanan, hingga pengelolaan terumbu karang. Misalnya pada IUU Fishingsatelit tersebut dapat mengidentifikasi kapal-kapal yang ada di wilayah-wilayah perbatasan Indonesia, khususnya di wilayah strategis seperti Natuna, Utara Sulawesi, dan laut Arafura.

Kapal akan memancarkan sinyal IES yang digunakan untuk melacak posisi kapal. Keberadaan kapal bisa dilacak melalui penginderaan jarak jauh. Jika kapal tidak memancarkan sinyal, kapal itu diduga melakukan IUU Fishing,” ujar Special Advisor Secretary Cabinet of Japan Shigeru Kiyama.

Dengan adanya seminar ini, Menteri Susi berharap, ke depan akan tindak lanjut dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama untuk pemanfaatan teknologi satelit tersebut. (FA/AFN)

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.