23 Maret Untuk Penyu di Seluruh Dunia

Hari Penyu Sedunia (Satgas 115)

Penyu, spesies yang telah ada selama lebih dari 100 juta tahun, kini berada di bawah ancaman. Enam dari tujuh spesies penyu di seluruh dunia sekarang diklasifikasikan sebagai satwa terancam punah. Aktivitas manusia kian mendorong penyu semakin dekat dengan kepunahan.

Melihat semakin parahnya kondisi alam dan berkurangnya kura-kura, sejak tahun 2000, American Tortoise Rescue (ATR) mencetuskan hari penyu dan kura kura untuk menarik perhatian warga dunia terhadap keberadaan penyu dan kura-kura serta mendorong manusia untuk menyelamatkan spesies yang terancam. Hari penyu dan kura-kura sedunia dirayakan di seluruh dunia pada 23 Mei dengan berbagai cara, mulai dari gerakan sosial, pelepasan penyu ke laut, pembelajaran mengenai kehidupan kura-kura dan penyu, hingga pembuatan kerajinan tangan berbentuk kura-kura dan penyu.

Bulan Mei dipilih untuk merayakan hari kura-kura Sedunia karena bulan ini adalah salah satu bulan tersibuk untuk kura-kura. Waktu saat kura-kura bangun dari tidur panjang selama musim dingin, mulai mencari pasangan dan tempat untuk bertelur.

Populasi kura-kura di seluruh dunia saat ini terus berkurang sebagai akibat dari perusakan habitat asli mereka akibat pembangunan, peningkatan kebutuhan kura-kura sebagai makanan, dan tingginya perdagangan kura-kura sebagai hewan peliharaan. Tingkat kematian telur-telur kura-kura sangat tinggi karena dimangsa oleh kepiting hantu, rakun, dan rubah. Jika kita tidak segera melakukan sesuatu secepatnya, dalam kurun waktu 50 tahun ke depan. Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan penyu terancam punah.

Perdagangan karapas

Selama berabad-abad, penyu telah diburu demi mendapatkan karapasnya untuk dibuat sebagai hiasan dan barang-barang lainnya.

Keunikan pada karapas penyu sisik membuat spesies ini digemari dan paling banyak diburu untuk mendapatkan karapasnya. Meski perdagangan karapas penyu merupakan perbuatan melanggar hukum, namun masih banyak orang melakukannya. Alhasil, penyu sisik pun terancam punah.

Perubahan Iklim

Perubahan iklim berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup penyu, termasuk jenis kelamin keturunan. Perubahan iklim membuat suhu lingkungan menjadi lebih hangat, sehingga menghasilkan lebih banyak penyu betina. Hal ini mengganggu rasio jenis kelamin normal dan mengurangi kesempatan reproduksi serta menurunkan keragaman genetik.

Selain itu, es kutub yang mencair dan naiknya tingkat permukaan laut mengikis habitat pesisir penyu, membuat ukuran pantai tempat mereka bersarang semakin menyusut.

Perburuan

Perdagangan semua spesies penyu dan seluruh bagian tubuhnya dilarang berdasarkan Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar Terancam Punah.

Meskipun demikian, perburuan penyu terus terjadi. Selain diambil karapasnya, daging dan telur penyu juga diambil untuk konsumsi manusia, serta masih menjadi sumber pendapatan di banyak negara. Penyu juga kerap diburu untuk pengobatan tradisional.

About the author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.